Saturday, July 29, 2006

How to Command & Conquer The Islam World

Jika kalimat awal seperti “Banyak dari kita menganggap game adalah mainan anak kecil semata” sudah sering anda dengar, yah setidaknya itu hanya dikutip sebagai pembuka dalam tulisan ini.

Betul. Dunia permainan elektronik. Atau mungkin pada era 80-an populer dengan sebutan video game. Permainan elektronik yang dimulai dari munculnya komputer dan berkembangnya interface
grafis. Pong tentu masih dicatat sebagai sang pionir. Lalu segerombolan judul klasik seperti Pac Man, Tetris, Mario Bross si tukang ledeng pahlawan dunia jamur, hingga paling canggih Halo keluaran Microsoft untuk konsol X-Box 360.

Selain mengasah keterampilan dan kecepatan tangan, permainan genre role
playing dan strategi dipercaya mampu mengasah otak. Didukung perkembangan teknologi grafis 3 dimensi dan visual yang sangat pesat, permainan elektronik bahkan digunakan pada rumah sakit di Amerika untuk melatih calon dokter bedah melakukan operasi secara virtual. Bukan rahasia lagi, militer Amerika pun memanfaatkan teknologi permainan 3 dimensi sebagai alat simulasi tempur layaknya Counter Strike. Jika anda belum sempat tahu, terobosan teknologi informasi bernama internet dulunya adalah proyek rahasia Pentagon. Waktu itu idenya adalah bagaimana menghubungkan serdadu Amerika yang bertugas di lapangan dimanapun di dunia, dengan cepat, terintegrasi dan efektif dengan pusat komando di mainland.

Gim Sebagai Manifesto Budaya

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas? Dalam dunia permainan elektronik, satu hal utama yang tidak bisa dilepaskan adalah komunikasi visual grafis. Sebuah dvd game tidak akan menarik untuk dimainkan saat ini jika tidak memiliki tampilan grafis keren. Mulai dari karakter, tempat, obyek, hingga kondisi pendukung seperti alur cerita, waktu, fiksi atau sejarah. Kesemuanya menjadi satu kemasan interaktif yang bisa membuat pecandu gim sakaw jika tidak memainkan barang satu jam. Dan dalam dunia komunikasi visual, perancangan sebuah permainan grafis bukanlah mainan. Seperti dalam komik yang dianggap –lagi-lagi- bacaan anak-anak, sesungguhnya kondisinya lebih rumit dari itu. Ada yang disebut studi karakter. Ketika kita merancang satu karakter untuk satu kondisi baik itu film, gim, atau komik, karakter tadi haruslah menjadi rasional. Se-fiksi apapun alur ceritanya, perancangan karakter harus memiliki sebuah dasar acuan. Sebuah referensi.

Cerita se-kaliber Tintin, tidak diciptakan Herge dengan cara berkeliling dunia. Pastilah Herge adalah orang kaya karena pernah menginjak bulan. Tentu saja tidak. Konon, ia menciptakannya hanya dengan membuka buku sejarah, buku geografi dan buku pengetahuan umum lainnya. Jika cerita mengenai abad pertengahan, pun imajinasi yang dipakai seliar mungkin, sang perancang harus mempelajari bagaimana kondisi riil abad tersebut. Apakah ponsel sudah diciptakan waktu itu? Apakah mekanisasi sudah mendapat pengaruh air uap saat itu? Tak jarang, memperhatikan sebuah komik, film atau gim, adalah seperti sebuah dokumenter yang dibumbui imajinasi. Otentisitas adalah mutlak menjadi pegangan bagi para perancang komunikasi visual. Salah satu yang menarik adalah Command & Conquer. Gim ini jebolan Electronic Arts. Pemain lama Amerika yang juga bertahan cukup lama dan sukses. Serinya sangat banyak. Tapi mari kita bertahan pada seri Generals.

C&C : Generals

Command & Conquer adalah permainan genre strategi. Secara garis besar, alur cerita yang dipakai adalah sebuah replikasi dari bagaimana manusia melakukan dominasinya untuk menjelajah, memerintah, dan menaklukkan. Baik itu di bumi maupun luar angkasa. Seri generals, adalah keluaran cukup terbaru yang banyak diminati. Seiring kondisi politik dunia yang semakin kacau, C&C : Generals seolah menjadi perpanjangan kenyataan dalam permainan elektronik. Ide yang menarik. Karena titik beratnya adalah kita menjadi seorang Jenderal yang harus membangun pasukannya untuk membuat musuh takluk dan menang. Dan banyak teori konspirasi yang seolah didukung fakta sejarah, bahwa dunia ini sekarang menjadi mainan para jenderal dengan bekingan industri militer.

C&C : Generals menawarkan skenario itu dengan tiga pilihan identitas kepada kita. Jelas, pemain utama adalah United States. Kemudian China, lalu Global Liberation Army. Oke, kita sudah tahu dua sebelumnya. Tapi, Global Liberation… apa? GLA adalah salah satu pemain dalam C&C : Generals. Dalam permainan ini diposisikan secara visual sebagai para pejuang berjenggot, bersurban, bersenjata Kalashnikov, gedung2 dengan kubah bulat terbuat dari pasir, dan lengkap dengan simbol pedang dan bulan sabit. Tentu persepsi awal kita akan berkata, tiga kekuatan dunia sedang bermain. Amerika, China, dan Dunia “Islam”. Walaupun tidak secara eksplisit berkata bahwa ini adalah dunia “Islam”. Arab bukan hanya Islam. Namun jika anda terlibat dalam permainan ini, dan sempat memainkan dari sisi GLA, sungguh sangat menarik bagaimana penetrasi posisioning pun dapat diciptakan melalui sebuah permainan elektronik.

The Good Guys vs The Bad Guys

Tampilan pembukanya sangat dramatis. Mulut para politisi saling berteriak, dengan narasi “Di saat politisi tidak berkutik, para Jenderal mengambil alih”. Lalu adegan sekumpulan tank Crusader, Hummer dan heli Apache, terjebak dalam sebuah plasa terbuka di tengah kota padang gurun. Lalu berturut-turut kendaraan tempur, rocket buggy dan truk bunuh diri bermunculan. Pertarungan yang sengit. Siapa yang kalah? Tidak ada, karena intro ini selalu berulang tanpa kata akhir. Tapi jelas, korban pihak mereka hanya satu Apache. Sementara GLA rontok dengan mudahnya. Referensi teknologi cukup menjadi alasan utama bagi US untuk bisa mendominasi dengan Jenderalnya. China menempati tempat kedua, lengkap dengan fitur menghasilkan prajurit hacker dan pembajak, serta kantor propaganda. Sungguh asyik!. Lalu ketika anda memainkan GLA, yang muncul mungkin sebuah penghakiman, pelecehan, bisa juga anda hanya tertawa. Ya, kondisi GLA jauh beda dengan dua lainnya. US dan China menggunakan traktor dan construction dozer sebagai builder. Sementara GLA menggunakan tenaga manusia. Yang menarik adalah komentar dari para worker, serdadu atapun unit ketika kita melakukan opsi seleksi pada mereka.

“I’m Just A Peasant”

“Ow, Okay. Okay”

“I will Work”

“That is A Lot of Work”

“This is Hard Work”

“Can I Have Some Shoe?”

“You Change Your Mind Often”

“I Do What I Told”

Itu adalah komentar dari para worker GLA. Lain lagi ketika kita melakukan seleksi pada Quad Cannon GLA. Ini sejenis truk bak terbuka kuno yang di belakangnya dipasang senapan mesin.

“Yes, Yes”

“Don’t Get On My Butt Side”

“Don’t Push Me!”

Atau simak bagaimana seorang suicide bomber (ya, ada pilihan serdadu bom bunuh diri di sini. Juga gerombolan orang sipil yang dipersenjatai Kalashnikov.) berteriak kegirangan mengangkat-angkat tangan ketika diperintah untuk menyerang sebuah unit musuh. Mungkin menjadi sedikit menyentuh ketika satu unit GLA kita gugur, maka akan terdengar suara penuh kegagahan, “A Warrior Has Fallen”. Beda dengan komentar US yang hanya berbunyi “Unit Lost”. Lalu dengarkan bagaimana builder US yang berkata lantang,

What Do You Got?”

Sure

atau buldozer China dengan aksen china yang berkata,

China Will Grow Larger

I Build For China”, dan

That is A Good Plan General”.

Secara komunikasi verbal, pelecehan dan posisioning akan kebodohan, keterbelakangan dan represi dari seorang jenderal terhadap rakyat jelata (peasant) yang selalu mengeluh dan seolah memberontak, membuat persepsi kita terbentuk inilah dunia GLA (“Islam”). Semiotikanya pun berkata jelas. Bagaimana teknologi GLA (“Islam”) sangat mundur paling belakang. Bahkan listrik pun mereka tak punya. Oke, bagi anda yang pernah memainkannya mungkin akan berkata “Tapi GLA punya senjata paling ampuh, SCUD Launcher”. Benar. GLA memiliki senjata pamungkas. Begitu juga US dan China. SCUD Launcher bisa dimiliki GLA seharga 5000 saja. Namun ini adalah senjata pemusnah massal yang seharusnya dicari administrasi Bush. SCUD Launcher adalah rudal balistik SCUD yang berjumlah sekitar 10 rudal, dan di dalamnya terdapat senjata kimia. Efeknya jika ditembakkan? Memang divisualisasikan dahsyat. Sementara China hanya memiliki satu rudal balistik Nuklir sebagai pamungkas. Dan US memiliki Particle Cannon yang menembakkan kumpulan energi laser penghancur. Komunikasinya jelas beda. Pemusnah massal, berbanding senjata presisi yang terukur hanya untuk menghancurkan instalasi militer (tapi bisa anda tembakkan kemana saja).

Sebuah Strategi Posisioning

Penyusupan posisioning menggunakan media diluar bauran pemasaran konvensional ini, mungkin tidak akan kita sadari penuh. Selain sebagai sebuah bentuk permainan elektronik, gim seperti ini seolah menjadi produk penjajahan pikiran dan budaya. Di tengah hiruk pikuk perang antara mereka yang dilabeli Teror dengan para Crusader melalui Kampanye Perang Lawan Teror, perang informasi dan pencitraan adalah krusial. Justru teror pikiran dan visual yang ditanamkan kepada dunia Islam. Membuat kita berpikir bahwa para Imam yang meneriakkan sebuah perlawanan terhadap ketidakadilan adalah pembuat teror. Dan efek pencitraan serta penetrasi posisioning apalagi yang paling hebat ke generasi muda, selain film, musik, komik ataupun game?.

Keterbodohan dan ketertinggalan penguasaan teknologi tidak selamanya menjadi kebenaran. Karena penguasaan teknologi pada dasarnya jika tidak digunakan secara arif, maka kehancuran yang mengancam. Bagaimana persepsi dan pikiran kita digiring untuk selalu menjadi terbelakang dan bodoh, adalah faktor penting kenapa manusia bisa terbelakang dan bodoh. Selama kita tidak bisa mendorong diri untuk keluar dari penjajahan pikiran seperti itu, yang bisa kita lakukan hanyalah duduk diam. Nyalakan PC atau Mac anda. Masukkan dvd C&C : Generals. Pilih GLA atau China asal bukan US. Gerakkan jari anda pada tetikus dan gunakan kemampuan atur strategi anda. Lalu luncurkan banyak SCUD pada pusat komando US dengan geram.

Ya, setidaknya sekarang hanya itu yang bisa anda lakukan. Ironis memang.



Comments:
Halo Dot!
Cie, punya blog gak bilang2.

Posisioning atau positioning tuh?
 
pyuh...finally...didot terjebak juga....
hhehe...
nah mas didot ya....
kalo di jakarta banyak dosa...bikin blog dengan muatan kayak gini mungkin bisa sedikit menghapus dosa (eh..ga ngerti ya? ya sudahlah...)

asik asik...ani link ya...
*blom baca....panjang betul...jadi ku save dan baca di rumah saja...*
 
Dot, udah ga pake anonymous nih critanye..:p
 
____________888888888888888____________kalo kata irfan:
_________888888888888888888888_________tulisan kelewat panjang
_______8888888888888888888888888_______dan ga jelas..
_____88888888888888888888888888888_____
____8888888__8888888888888__8888888____
__88888888____88888888888____88888888__
_8888888888__8888888888888__8888888888_
_8888888888888888888888888888888888888_
888888888888888888888888888888888888888
8888888888888888888OOO88888888888888888
8888888888888888888OOO88888888888888888
888888888888888888888888888888888888888
888888_8888888888888888888888888__8888_
_8888__8888888888888888888888888__8888_
__8888__88888888888888888888888__8888__
____888__888888888888888888888__888____
_____8888__88888888888888888__8888_____
_______88888_______________88888_______
_________888888888888888888888_________
____________888888888888888____________
 
Aji dan Irfan,

Jangan kasar gitu dong.

Kita disini kan bersilaturahmi ke blog-nya Didot.

Kalau soal tulisan, bukannya sudah tahu-sama-tahu?

Tuh Dot, udah gua belain.
 
Artikel yg ini menarik Dot, gw baru tau asal mula tujuan dibuatnya game2 td, setelah baca tulisan yg ini...

Setuju! Menurut gw, yang menarik dari game2/komik2 td itu sbnrnya mlh pas waktu proses pembuatannya. Untuk membuat alur cerita & tampilan grafis yg bagus sampai akhirnya laku dijual ke pasar, butuh kreatifitas tinggi & studi literatur yg baik. Ada faktor marketing juga sih,tp itu laen soal. Makanya gw suka Spongebob, hahaha imajinatif bgt tuh yg buat plot ceritanya, walopun smpt diterpa gosip (*gosip: creator Spongebob sbnrnya gay, soalnya karakter2 di kartunnya 'manis' & dia ingin menyebarluaskan filosofi 'gay' lewat kartun itu???). Yg gw salut ama creatornya : Bikin org ketawa tuh susah lho,ada seninya tersendiri. Heuheu...

Walaupun byk yg blg game/komik buat anak kecil, ada beberapa game/komik yg ada gunanya selain buat hiburan doang. Tp rata2 yg ada gunanya ya emg yg tipe game simulasi yah. Contohnya SimCity untuk ngelatih me-manage perkotaan, dsb. (Pdhl gw cuma suka SimCity versi pertama BGT,paling simple & ga serumit yg versi terbaru,haha) Klo komik, hmm mgkn komik2 ttg sejarah/olahraga gitu kli ya. Byk jg sih yg bisa dipelajarin lwt komik,misalnya ttg budaya, dsb.

Dulu gw smpt maen Monkey Island 1-4, keluaran LucasArts. Pernah maen ga? Game adventure ttg pirates, tampilan grafisnya lucu, cara maennya point&click. (Game2 kaya gitu kok udh jarang ada ya, pdhl gw suka) Inspirasinya muncul pas creatornya maen ke Disneyland & ngeliat wahana Pirates of the Caribbean. Makanya ada beberapa adegan Monkey Island mirip PotC. Game-nya sendiri akhirnya sukses di pasaran. Waa sbnrnya inspirasi tuh ada di mana2 yah, musti pinter2 nangkep ide. Oia LucasArts juga prnh bikin game namanya the Dig, ide ceritanya dari Steven Spielberg lho. Pantesan rada2 science-fiction & plotnya ngga standar. Eh btw lama2 kok gw jd ngalor ngidul.

Oia Dot, mumpung udah bikin blog kumpulan artikel, sekaligus aja buat website portfolio. Berguna bgt lho bwt dpt job. Tar gw promosi2 deh. :) Apa jgn2 emg udah punya?
 
kram : posisioning itu kalo ga salah udah dianggep jadi serapan kaya fesyen.

ani : wah butuh usaha lebih untuk menghilangkan dosa di jakarta. tidak dengan tulisan seperti ini hehehe

rif : yoi akhirnya terseret tren juga hahaha tapi setidaknya tidak saat tren itu booming dulu

aji : (dan irfan) gue udah berkomen di blog ikram. yah, emang ini bukan tulisan pop kok. heuheu

ajeng : iyah monkey island emang keren. dulu gue juga pernah maenin jaman pc masih pentium satu dan pake dos. hahaha btw jeng, sposbob itu sedikit absurd sebenarnya.. masa di dalem air bisa nyala api? (bisa sih karena ada oksigen..) dan ada laut di dalam laut.. heuheu...
 
well written blog .. would make a good article in indonesian top notch newspapers :)

keep on writing young lad
 
Hahaha iya Dot, makanya Spongebob imajinatif bgt kan?? :D Ada pantai di dlm laut, ada ikan yg bisa TENGGELAM di laut pantai itu, bisa mancing & bisa kepancing, bisa barbeque-an (bakar2an), dan ada Flying Dutchman-nya doong. Macem2lah... Mana prnah ada yg kepikir ide kaya gitu? Laku lagi! Hahaha I love Spongebob!! :D
 
didot....coba ketikkan kata "smurf" di mesin pencari anda yang bermerk google....pernah engga?
 
eh...didot...penawar racun ular itu ada di sarang ularnya...kata yoko..saya juga percaya dimana ada dosa pasti disana juga tempat bagi sebuah pahala(?)...hehe...

ayo cari uang yang banyak! trusa bikin adv. agency yang bikin PSA aja....menghapus dosa bersama....huerhehehehe
 
Dot, tulisannya panjang banget. Berisi sih. Cuma jadi terlalu terkesan menyuapi gitu. Tulisan pop lebih sederhana dan membiarkan pembaca berpikir lebih kreatif. Tapi bagus kok. Sumpah. Tumben kan gue muji elo?

Oiya, judulnya kok kurang menarik ya? Lagi2 balik karena bukan tulisan pop mungkin?

Peace!
 
dia yang tidak mau diketahui keberadaannya : thank you. such a compliment will slap me in the face. Wake up, think more and act more often.

ajeng : hehe.. iya, itu emang absurd. Ini jenis kartun yang melakukan dekonstruksi pakem, kaya jaman dulu ada ren & stimpy, trus yang masih bertahan cow & chicken, i.m weasel (meskipun yang dua terakhir masih bisa diterima. kalo sponsbob mah udah dekonstruksi 'pikiran' dan 'moral' juga heuheuheu... ngga sih. segmennya aja yang beda. sponsbob itu bukan buat anak2, menurutku). Dekonstruksi pakem dipelopori secara populer sama Warner Bros lewat Looney Toons dan Tiny Toons. Sasarannya jelas Disney yang sangat 'moralis'. Yah, akhirnya semakin kesini, produk itu ketahuan kalau emang ada segmentasinya. Parahnya, parental guidance itu cuma wacana di Indonesia. Jadinya, anak2 bisa bebas liat kartun yang bukan buat anak2. Ataupun segala produk budaya komersil pop lainnya. Btw jeng, gue tidak bilang kalo game itu asal mula tujuan dibuatnya seperti itu loh : )

rani : betul. saya setuju itu. tapi untuk mendapatkan bisa ular kita harus mempelajari bagaimana ular itu hidup. dan melakukan persiapan untuk datang ke sarangnya, dan menangkapnya. dari situ, kita bisa punya penawar. : ) smurf? udah. asik juga bisa dapet komik strip smurf gratisan heuheu..

sigit : like i said, gue terbuka kok dengan segala kemungkinan untuk membuat tulisan gue lebih 'menarik' secara 'pop'. tenkyu anyway git.
 
oyah, ternyata menurut wikipedia kata smurf diambil dari gerutuan peyo (Pierre Culliford) yang susah nyebut garam.
hehehe
 
Walah.. aku tmbh bingung Dot... Eia ya, pas dibaca-baca lagi, tyt gw nangkepnya yg "internet=proyek Pentagon". Yo wis, ntar2 kita bahas lagi lwt telp yah, hoho. Sekaligus nny2, kynya gw emg mo ngambil topik tesis di Smrg. Tyt Smrg lagi marak Revitalisasi Pasar Johar ya? Kayanya menarik juga tuh... Jadi ada 2 option skrg. :)

Eia,tyt kata nyokap, gw ada sodara & tmn nyokap gitu di sana,hehe gw baru tau lho...
 
Dot, film V for Vendetta menurut lo ngehina Islam ato ngebela Islam?

Soalnya disamain sama homoseks sih.
 
didot! baca semua!
di wikipedia juga dibilang kan kalo smurf itu propaganda terselubung..apa ya?...lupa....baca aja deh....yang bener tapi....jangan kaya ani...hehehe
 
sigit : belum sempet nonton. tapi pencitraan bagaimanapun yang menurut lo salah, adalah pencitraan yang salah (menurut satu individu bernama sigit). but then, kebenaran kan milik mayoritas : )

rani : oh, yang propaganda terselubung komunis yah? kalo papa smurf itu representasi marx, dan gargamel itu repesentasi kapitalisme karena tamak dan pengen ngerubah smurf jadi emas? hehehe.. simbolisasi itu banyak. kalau jeli memperhatikan, hampir semua produk populer punya simbolisasi dan makna tersembunyinya.
 
dia yang tidak mau diketahui keberadaannya : thank you. such a compliment will slap me in the face. Wake up, think more and act more often.

of course
 
Set dahhh.. sadis lo dot, bahasa lo berat bener, gw ampe kriting nih bacanya... bener2 pembaca setia tempo lo ya.. gila looooooooooooooo... bos boulevaaaarrd!!

tp keren lah, orang kreatif emang perlu nih punya bahasa berbobot ky gini :)

eh bo, kapan nih kita ngupi2 bareng di kemang? oya, blog lo gw link ya booo..
 
ilma : ah kamu.. (sambil pegang pipi...)

eh ma, gue juga mau ngelink blog lo yah.. ama blog2 kreatif yang ada di blog lo.. boleh ya bow...
 
Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?